Showing posts with label Manfaat Telur Asin. Show all posts
Showing posts with label Manfaat Telur Asin. Show all posts

Sunday, November 11, 2012

Manfaat Telur Bebek untuk Kesehatan

Manfaat Telur Bebek untuk Kesehatan

Ada Apa di Balik Telur?

* gizi
* nutrisi
* teluR
Siapa yang tidak kenal dengan telur? Si BUNDAR ini begitu dekat dengan kita, tetapi kadang kita bahkan tidak tahu apa saja kandungan gizi di dalamnya. Mari mengenal telur lebih dekat.

Telur adalah kapsul alami yang kaya gizi. Sebagian masyarakat kita telah menyadari kehebatan telur dengan segala khasiatnya. Bahkan telur terkadang dianggap memiliki kekuatan magic, apalagi telur yang berasal dari bebek. Ini sekedar menunjukkan bahwa telur telah memiliki posisi tersendiri di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Kandungan gizi

Telur mempunyai kandungan protein tinggi . Bahkan di dalam peristilahan gizi ada satuan yang disebut Protein Senilai Telur (PST). Dalam hal ini protein di dalam telur dijadikan standar dan diberi nilai maksimal yaitu 100, bahan pangan lainnya kemudian disetarakan dan umumnya mempunyai nilai di bawah 100.


Sumber gizi telur sebenarnya lebih banyak pada kuning telurnya dibandingkan bagian yang berwarna putih. Sebaliknya, zat besi dan vitamin A justru hampir seluruhnya terkonsentrasi pada kuning telur.

Banyak telur = kolesterol tinggi?

Anak dalam masa pertumbuhan sebaiknya mengonsumsi satu butir telur sehari sebagai jaminan asupan gizi yang optimal untuk menopang pertumbuhan fisik dan kecerdasannya. Sebagian orang tua bahkan sering memberikan telur setengah matang kepada anak-anaknya. Apakah Anda juga demikian? Telur matang sebenarnya justru lebih mudah dicerna tubuh. Mengapa? Karena proteinnya telah terdenaturasi dan ikatannya menjadi longgar. Hal ini memudahkan enzim pencernaan untuk memecahnya menjadi bagian-bagian kecil untuk kemudian diserap tubuh.

Pada sebagian orang telur terkadang ditakuti karena kandungan kolesterolnya yang tinggi. Mungkin hal ini benar untuk orang-orang dewasa di atas usia 40 tahun yang sudah terdeteksi rawan kolesterol tinggi. Namun bagi anak-anak (terutama balita), kolesterol ini justru sangat dibutuhkan sebagai salah satu bahan dasar untuk menopang kecerdasan. Tahukah Anda bahwa otak memiliki komponen lemak dan kolesterol yang tinggi?

Kebutuhan kolesterol rata-rata per hari adalah 300 mg. Pada Tabel 2 Anda dapat membandingkan kandungan kolesterol telur dan zat lain. Oleh karena itu, satu butir telur sehari sudah memenuhi 80% kebutuhan kolesterol tubuh. Belum lagi jika si kecil juga makan lauk daging, ikan, seta minum susu.

Telur biasa atau telur Omega-3?

Saat ini di pasaran sering dijumpai telur dengan kandungan omega-3. Omega-3 merupakan asam lemak tak jenuh esensial yang bersama omega-6, berperan dalam meningkatkan kecerdasan anak.

Sumber omega-3 dan omega-6 bagi seorang anak adalah air susu ibu (ASI). Dengan rekayasa teknologi pakan, maka ayam petelur bisa diperintah agar menghasilkan telur kaya omega-3. Ini merupakan terobosan teknologi yang bermanfaat bagi masyarakat konsumen. Anak kerap kurang menyukai ikan laut yang merupakan pangan tinggi omega-3. Bagi anak yang tidak doyan ikan, tapi mau makan telur, maka telur omega-3 dapat menjadi pilihan. Namun telur biasa pun mengandung omega-3 dan omega-6.

Dengan mengkonsumsi telur maka anak-anak kita akan mempunyai pertumbuhan fisik yang baik karena memperoleh protein berkualitas tinggi. Harga yang murah dan ketersediaan yang ada di mana-mana membuat telur menjadi makanan yang disukai oleh siapa saja. Hanya saja konsumsi telur perlu disikapi secara berhati-hati oleh mereka yang pernah menderita kolesterol tinggi.

Telur ayam, bebek, atau puyuh?

Kandungan protein telur ayam, telur bebek dan telur puyuh relatif hampir sama, namun telur bebek mengandung lemak lebih tinggi.

Anak-anak kadang lebih menyukai telur puyuh karena bentuknya yang kecil dan kulitnya yang bertotol-totol menarik. Enam butir telur puyuh sebenarnya setara dengan satu butir telur ayam. Umumnya rata-rata berat telur ayam per butir adalah 60 gr, telur puyuh 10 gr, dan telur bebek 80 gr. Jadi Anda tinggal pilih sendiri!

Anda Penyuka Telur????

Tapi ada yang bisa jawab gak, duluan telur apa bebek ya ??????

Manfaat Telur Asin

Manfaat Telur Asin

telur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh-kembang, ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang sakit atau dalam proses penyembuhan, serta para lansia (lanjut usia). Dengan kata lain, telur cocok untuk semua kelompok umur dari segala lapisan masyarakat.

Telur yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia umumnya berasal dari unggas yang diternakkan. Jenis yang paling banyak dikonsumsi adalah telur ayam, itik (bebek), dan puyuh. Telur penyu, kalkun, angsa, merpati, dan telur unggas peliharaan lainnya belum maksimal dimanfaatkan karena produksinya sedikit.

Bobot dan ukuran telur itik rata-rata lebih besar dibandingkan dengan telur ayam. Warna kulit telurnya agak biru muda terutama pada itik Jawa seperti yang terdapat di Karawang, Tegal, Magelang, dan Mojosari. Warna kulit itik Bali, Albino putih, dan itik Manila (entog) putih agak kemerah-merahan.

Karena bau amisnya yang tajam, penggunaan telur itik dalam berbagai makanan tidak seluas telur ayam. Selain baunya yang lebih amis, telur itik juga mempunyai pori-pori kulit yang lebih besar, sehingga sangat baik untuk diolah menjadi telur asin.
 
Kebutuhan DHA untuk anak haruslah diperhatikan, hal tersebut karena DHA mampu untuk menambah perkembangan kecerdasan bayi. DHA juga dapat berfungsi sebagai nutrisi penting untuk sistem penglihatan, penelitian ini dilakukan oleh Michael J Fitzgerald MD. Dia juga menambahkan bahwa bayi yang mengkonsumsi DHA serta ARA diketahui memiliki respon yang positif terhadap pemecahan masalah yang rumit.

Sudahkah ibu mencukupi kebutuhan bayi akan DHA? Pasalnya, hasil penelitian menunjukkan pemberian DHA yang tepat dapat menambah perkembangan kecerdasan bayi. DHA bahkan penting dikonsumsi saat hamil.

DDocosahexaenoic acid atau dikenal dengan sebutan DHA adalah asam lemak esensial Omega-3. Peran DHA sangat penting bagi pertumbuhan bayi dan anak. DHA dalam nutrisi balita misalnya, dilaporkan dapat menambah perkembangan kecerdasan pada anak. DHA pun diakui sebagai nutrisi yang penting untuk sistem penglihatan dan syaraf dari berbagai penelitian.

Beberapa ahli menyetujui bahwa DHA terutama bila dikombinasikan dengan AA (Asam Arakhidonat), dapat meningkatkan perkembangan visual dan kognitif secara cukup berarti.

Hal ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Michael J Fitzgerald MD dari DuPage Neonatalogy Associates, AS. Michael menjelaskan, hasil penelitian klinis terbaru dilakukannya dengan menggunakan tes MEPS 2 (Means- End Problem Solving 2-Step).

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa bayi yang diberikan susu dengan level DHA dan ARA (Arachinoid Acid) yang tepat, yakni sebanyak 17mg/100kcal; ARA 34mg/100kcal, mempunyai tingkat pemecahan masalah yang lebih baik dalam usia 9 bulan.

“Hal ini meliputi persamaan tingkat keahlian dalam berpikir, memori, juga kemampuan fokus terhadap suatu hal,” ujar Michael saat acara konferensi Media Mead Johnson di Jakarta beberapa waktu lalu.

Michael menambahkan, dalam penelitian yang lain, bayi yang mengonsumsi DHA dan ARA dengan asupan yang tepat, juga menunjukkan respons yang positif dalam penyelesaian masalah yang rumit berhubungan dengan tingkat IQ serta kemampuan berbicara dalam usia selanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr Rinawati Rohsiswatmo SpA (K). Konsultan perinatologi dan anggota dari IDAI Cabang DKI Jakarta ini mengatakan, seorang anak memerlukan berbagai nutrisi untuk perkembangan otak yang optimal.

Selain pemberian nutrisi yang tepat, hal lain yang perlu diperhatikan oleh tenaga medis maupun orang tua adalah penanganan yang baik dan benar haruslah dimulai sejak sang bayi dilahirkan karena ini berpengaruh besar pada tahap tumbuh kembang anak selanjutnya.

”Pemberian nutrisi yang tepat dan penanganan yang baik akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak selanjutnya. Program penanganan yang baik dan teliti kepada bayi dikenal dengan nama NIDCAP (Newborn Individualized Developmental Care and Assessment Program),” kata staf pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM Jakarta ini.

Mengingat besarnya manfaat DHA untuk kecerdasan anak, tak heran berbagai produk pangan untuk anak, mulai dari susu, bubur, biskuit, hingga suplemen yang mengandung DHA laris diburu orang tua. Namun, apakah DHA memiliki efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan?

Menanggapi hal ini, Michael yang memperoleh gelar doctor of Medicine dari University of Health Sciences,Chicago, Illionis ini mengatakan, semakin banyak kandungan DHA yang dikonsumsi anak, semakin baik. Dalam arti, tidak ada efek samping apabila kelebihan DHA. Meskipun begitu, Michael menyamakan pemakaiannya dengan minum air putih.

“Banyak minum air itu baik. Namun, bila minum air sebanyak mungkin saat itu juga dapat membuat tubuh sakit sehingga disesuaikan dengan penerimaan tubuh masing-masing orang,” kata Michael.

Jumlah DHA yang dibutuhkan bisa didapatkan dari ASI, daging ayam, susu, telur, dan ikan.

“Misalnya, pada dua potong ayam mengandung 39 mg DHA, sementara pada steak ikan tuna dan salmon mengandung 600 mg DHA yang dapat mencukupi kebutuhan DHA untuk tubuh selama 3 hari,” kata Michael lagi.

Apabila jumlah DHA yang dikonsumsi tubuh minim, maka kita dapat menggunakan alternatif suplemen omega 3 yang mengandung 200 mg DHA.

Michael menyarankan agar konsumen melihat tabel yang tertera pada obat, yakni mengandung 200 mg DHA bukan hanya sekadar mengandung DHA. Penelitian lain yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Wayne State, Detroit, AS, juga menyimpulkan bahwa lemak omega- 3 (yang di dalamnya terkandung DHA) sangat berperan dalam perkembangan otak bayi agar lebih cerdas.

Zat inilah yang memiliki peran besar dalam perkembangan otak bayi dalam kandungan. Untuk itu, para peneliti dari Universitas Wayne State merekomendasikan para ibu hamil agar mengonsumsi makanan yang mengandung lemak omega-3 karena mengandung DHA. Konsumsi DHA rata-rata per hari sekitar 300 miligram.

Lemak omega-3 banyak ditemukan pada beberapa jenis ikan, seperti ikan salem, sarden, dan tuna. Selain itu, sumber DHA bisa didapatkan dari suplemen minyak ikan dan rumput laut yang mengandung vitamin untuk masa kehamilan.