Showing posts with label daftar harga telur asin. Show all posts
Showing posts with label daftar harga telur asin. Show all posts

Sunday, November 11, 2012

Manfaat Telur Asin

Manfaat Telur Asin

telur sangat dianjurkan untuk dikonsumsi oleh anak-anak yang sedang dalam masa tumbuh-kembang, ibu hamil dan menyusui, orang yang sedang sakit atau dalam proses penyembuhan, serta para lansia (lanjut usia). Dengan kata lain, telur cocok untuk semua kelompok umur dari segala lapisan masyarakat.

Telur yang dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia umumnya berasal dari unggas yang diternakkan. Jenis yang paling banyak dikonsumsi adalah telur ayam, itik (bebek), dan puyuh. Telur penyu, kalkun, angsa, merpati, dan telur unggas peliharaan lainnya belum maksimal dimanfaatkan karena produksinya sedikit.

Bobot dan ukuran telur itik rata-rata lebih besar dibandingkan dengan telur ayam. Warna kulit telurnya agak biru muda terutama pada itik Jawa seperti yang terdapat di Karawang, Tegal, Magelang, dan Mojosari. Warna kulit itik Bali, Albino putih, dan itik Manila (entog) putih agak kemerah-merahan.

Karena bau amisnya yang tajam, penggunaan telur itik dalam berbagai makanan tidak seluas telur ayam. Selain baunya yang lebih amis, telur itik juga mempunyai pori-pori kulit yang lebih besar, sehingga sangat baik untuk diolah menjadi telur asin.
 
Kebutuhan DHA untuk anak haruslah diperhatikan, hal tersebut karena DHA mampu untuk menambah perkembangan kecerdasan bayi. DHA juga dapat berfungsi sebagai nutrisi penting untuk sistem penglihatan, penelitian ini dilakukan oleh Michael J Fitzgerald MD. Dia juga menambahkan bahwa bayi yang mengkonsumsi DHA serta ARA diketahui memiliki respon yang positif terhadap pemecahan masalah yang rumit.

Sudahkah ibu mencukupi kebutuhan bayi akan DHA? Pasalnya, hasil penelitian menunjukkan pemberian DHA yang tepat dapat menambah perkembangan kecerdasan bayi. DHA bahkan penting dikonsumsi saat hamil.

DDocosahexaenoic acid atau dikenal dengan sebutan DHA adalah asam lemak esensial Omega-3. Peran DHA sangat penting bagi pertumbuhan bayi dan anak. DHA dalam nutrisi balita misalnya, dilaporkan dapat menambah perkembangan kecerdasan pada anak. DHA pun diakui sebagai nutrisi yang penting untuk sistem penglihatan dan syaraf dari berbagai penelitian.

Beberapa ahli menyetujui bahwa DHA terutama bila dikombinasikan dengan AA (Asam Arakhidonat), dapat meningkatkan perkembangan visual dan kognitif secara cukup berarti.

Hal ini merujuk pada penelitian yang dilakukan oleh Michael J Fitzgerald MD dari DuPage Neonatalogy Associates, AS. Michael menjelaskan, hasil penelitian klinis terbaru dilakukannya dengan menggunakan tes MEPS 2 (Means- End Problem Solving 2-Step).

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa bayi yang diberikan susu dengan level DHA dan ARA (Arachinoid Acid) yang tepat, yakni sebanyak 17mg/100kcal; ARA 34mg/100kcal, mempunyai tingkat pemecahan masalah yang lebih baik dalam usia 9 bulan.

“Hal ini meliputi persamaan tingkat keahlian dalam berpikir, memori, juga kemampuan fokus terhadap suatu hal,” ujar Michael saat acara konferensi Media Mead Johnson di Jakarta beberapa waktu lalu.

Michael menambahkan, dalam penelitian yang lain, bayi yang mengonsumsi DHA dan ARA dengan asupan yang tepat, juga menunjukkan respons yang positif dalam penyelesaian masalah yang rumit berhubungan dengan tingkat IQ serta kemampuan berbicara dalam usia selanjutnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Dr Rinawati Rohsiswatmo SpA (K). Konsultan perinatologi dan anggota dari IDAI Cabang DKI Jakarta ini mengatakan, seorang anak memerlukan berbagai nutrisi untuk perkembangan otak yang optimal.

Selain pemberian nutrisi yang tepat, hal lain yang perlu diperhatikan oleh tenaga medis maupun orang tua adalah penanganan yang baik dan benar haruslah dimulai sejak sang bayi dilahirkan karena ini berpengaruh besar pada tahap tumbuh kembang anak selanjutnya.

”Pemberian nutrisi yang tepat dan penanganan yang baik akan berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak selanjutnya. Program penanganan yang baik dan teliti kepada bayi dikenal dengan nama NIDCAP (Newborn Individualized Developmental Care and Assessment Program),” kata staf pengajar Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM Jakarta ini.

Mengingat besarnya manfaat DHA untuk kecerdasan anak, tak heran berbagai produk pangan untuk anak, mulai dari susu, bubur, biskuit, hingga suplemen yang mengandung DHA laris diburu orang tua. Namun, apakah DHA memiliki efek samping jika dikonsumsi secara berlebihan?

Menanggapi hal ini, Michael yang memperoleh gelar doctor of Medicine dari University of Health Sciences,Chicago, Illionis ini mengatakan, semakin banyak kandungan DHA yang dikonsumsi anak, semakin baik. Dalam arti, tidak ada efek samping apabila kelebihan DHA. Meskipun begitu, Michael menyamakan pemakaiannya dengan minum air putih.

“Banyak minum air itu baik. Namun, bila minum air sebanyak mungkin saat itu juga dapat membuat tubuh sakit sehingga disesuaikan dengan penerimaan tubuh masing-masing orang,” kata Michael.

Jumlah DHA yang dibutuhkan bisa didapatkan dari ASI, daging ayam, susu, telur, dan ikan.

“Misalnya, pada dua potong ayam mengandung 39 mg DHA, sementara pada steak ikan tuna dan salmon mengandung 600 mg DHA yang dapat mencukupi kebutuhan DHA untuk tubuh selama 3 hari,” kata Michael lagi.

Apabila jumlah DHA yang dikonsumsi tubuh minim, maka kita dapat menggunakan alternatif suplemen omega 3 yang mengandung 200 mg DHA.

Michael menyarankan agar konsumen melihat tabel yang tertera pada obat, yakni mengandung 200 mg DHA bukan hanya sekadar mengandung DHA. Penelitian lain yang dilakukan tim peneliti dari Universitas Wayne State, Detroit, AS, juga menyimpulkan bahwa lemak omega- 3 (yang di dalamnya terkandung DHA) sangat berperan dalam perkembangan otak bayi agar lebih cerdas.

Zat inilah yang memiliki peran besar dalam perkembangan otak bayi dalam kandungan. Untuk itu, para peneliti dari Universitas Wayne State merekomendasikan para ibu hamil agar mengonsumsi makanan yang mengandung lemak omega-3 karena mengandung DHA. Konsumsi DHA rata-rata per hari sekitar 300 miligram.

Lemak omega-3 banyak ditemukan pada beberapa jenis ikan, seperti ikan salem, sarden, dan tuna. Selain itu, sumber DHA bisa didapatkan dari suplemen minyak ikan dan rumput laut yang mengandung vitamin untuk masa kehamilan.

Telur Asin Majalengka Belum Dikenal

MAJALENGKA, (PRLM).- Selama ini telur asin dikenal berasal dari Brebes atau Indramayu, karena di kedua wilayah tersebut terdapat banyak outlet yang menyediakan telur asin. Telur asin buatan Majalengka meski rasanya lebih baik dan enak belum banyak dikenal masyarakat luar bahkan di Majalengkanya sendiri.
Di Kabupaten Majalengka ini ada lebih dari 300 produsen telur asin yang rasa dan proses pembuatannya berbeda. Salah satunya adalah telur asin garang produksi Yoyoh (31) warga Desa Rajagaluh Kidul, Kecamatan Rajagaluh, tepatnya tidak jauhd ari Pasar Rajagaluh.
Telur asin garang yang diproduksi Yoyoh ini mungkin satu-satunya di Majalengka. Rasa telur asin ini sedikit kenyal, tidak berair, warnanya agak kusam berbeda dengan teluir asin rebus. Namun telur ini rasanya lebih khas dan mudah mengelupas ketika dibuka. Tanpa harus menggunakan sendok atau alat lain untuk membukanya.
Yoyoh memproduksi tiga rasa telur asin, pertama telur asin garang biasa, telur asin rasa sup dan telur asin rasa pedas. Yang membedakan rasa telur asin tersebut adalah ketika proses pembuatannya. Telur asin ras sup ketika proses pembuatan abu dan air rendaman telur selain dibubuhi garam juga dibubuhi merica dan bawang putih, sedangkan rasa pedas air rendaman dibubuhi cabe sehingga ketika matang dan dimakan rasanya sedikit pedas.
Untuk memperkuat rasa, rendaman telur asin menurut Yoyoh mencapai 10 hingga 12 hari sedangkan menggarangnya mencapai 3 jaman. Bila tidak maka rasanya akan sama dengan telur asin biasa.
Dan itu pula yang membuat harga telur asin buaya Yoyoh lebih mahal dari harga telur asin di pasaran pada umumnya yang harganya hanya Rp 2.000,- hingga Rp 2.500,-/butir. Sementara telur asin garang produksi Yoyoh harganya Rp 3 ribu/butir.
“Telur ini memang lebih mahal dari telur asin lain, karena prosesnya perendamannya lama, bumbunya beda serta waktu memasakpun beda kalau dikukus kan cukup waktu setengah jam sementara dengan di garang waktunya bisa mencapai 3 jam. Jadi penggunaan bahan bakar gas juga lebih banyak,” ungkap Yoyoh.
Pemasaran telur asin garang ini masih terbatas di beberapa warung nasi, karena produksinyapun baru sebanyak 1.500 butir/minggu. Ini menurut Yoyoh karena terkendala modal dan bahan baku akibat mudim kemarau.
“Pemasarannya di Kota Majalengka baru tiga rumah makan itu diantaranya di kantin yang berada di Lingkungan Perkantoran Setda dan rumah makan lengko di Jl Kartini, lainnya belum. Kita belum bisa memasarkan,” kata Yoyoh.
Untuk memproduksi lebih banyak menurutnya butuh modal yang cukup sementara modal yang dimilikinya masih terbatas, sehingga belum berani mengembangkan.
Kepala Bidang Perindustrian di Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koprasi H.Asep Iwan Haryawan membenarkan adanya produsen telur asin garang. Menurutnya banyak produsen telur asin yang rasanya sama dan bahkan lebih baik di banding produk Brebes. Yang membedakan di Majalengka belum banyak dikenal sedangkan di Brebes dan Indramayu telah lebih dulu dikenal.
Produksi telur mendathnya sediri di Majalengka cukup banyak karena ada peternak bebek yang cukup besar, Duki yang kini menjabat sebagai Kuwu Desa Karikolot, Kecamatan. Setiap hari dia mampu memproduksi 1200 hingga 1300 telur. Selama ini pemasarannya selain di Majalengka juga diambil oleh pengusaha telur asin di Jawa Tengah.
Beberapa produsen telur asin di Majalengka sendiri menurutnya sudah berupaya di pasilitasi kesana hanya persoalannya pengambilan telur tersebut tidak kontinu, karena pada saat musim panen produsen telur asin mengambil telur gembalaan karena harganya murah sedangkan Duki sendiri butuh stabilitas harga dan pengambilan.
Sementara persoalan modal yang dikeluhkan produsen telur asin, pihak pemerintah berupaya mengintervensi lewat pemberian rekomendasi ke bank. Dan bank yang akan memberikan pinjaman lunak bagi para pengusaha. (C-28/A-26).***